Mbah Anom adalah cucu Mbah Pekih, patra dari Mbah Nyai Mustopo. Mbah Nyai Mustopo adalah putri Mbah Pekih yang dinikahi oleh Mbah Mustopo dari Pucang yang kemudian mempunyai 5 orang an sebagai berikut :
Mbah Imam Anom menikah dengan Mbah Bandiyah, Putri mbah Dayat.
Mbah Abu Hasan (Kasan) , menikah dengan Istri dari Sumberrejo kec. Sukorejo Ponorogo (belum dikatahui namanya………)
Mbah Imam Jaiz, mennikah dengan Mbah Klentheng.
Mbah Syukur, menikah dengan Mbah Mariati dan kemudian tinggal di Kemulan Madiun.
Mabh Atmo, menikah dengan Mbah Atmo Putri (belum dikatahui Namanya ………)
Selengkapnya untuk menelusuri ke atas ke mbah Pekih dan sebelumnya bisa dibaca di artikel di bawah ini :
Selanjutnya Mbah Imam Anom menikah dengan Mbah Bandiyah, Putri mbah Dayat yang kemudian mempunyai 8 putra-putri, yang 2 meninggal waktu kecil yaitu Kuning dan Kunthing, sementara yang hidup hingga berketurunan adalah :
Mbah Sulaiman Mangu adalah salah satu putra mbah Imam Dayat yang merupakan putra ke 6 Mbah Pekih. Mbah Imam Dayat ini menikah dengan putri dari Kecamatan Nggubuk kabupaten Demak hingga mempunyai 2 orang putri dan 4 orang putra. Berikut putra putrinya :
Pembahasan Silsilah Mbah Pekih Mburikan (yang dalam bahasa Arabnya sebenarnya adalah Mbah Faqih, dengan arti orang yang faham tentang agama) ini kita fokuskan dengan mbah Mbah Pekih sebagai pusat pokok bahasan karena merupakan salah satu diantara sekian pasukan perang Pangeran Diponegoro yang kemudian usai perang Diponegoro, babat Dusun Burikan dan mendirikan Masjid Al-Faqih. Mbah pekih ini kita telusuri silsilahnya ke atas dan ke bawah. Yang ke atas, konon disinyalir mengarah pada trah Prabu Siliwangi, dan ke bawah kita bahas hingga turunan ke 5. Bahasan ini menjadi pokok silsilah, dimana pengembangan silsilah nanti akan kita buatkan di halaman lain yang linknya kita tautkan ke web ini.