mbah pekih

Silsilah Mbah Pekih Mburikan Dari Leluhur Ke Cucu

Silsilah Mbah Pekih Mburikan

Pembahasan Silsilah Mbah Pekih Mburikan (yang dalam bahasa Arabnya sebenarnya adalah Mbah Faqih, dengan arti orang yang faham tentang agama) ini kita fokuskan dengan mbah Mbah Pekih sebagai pusat pokok bahasan karena merupakan salah satu diantara sekian pasukan perang Pangeran Diponegoro yang kemudian usai perang Diponegoro, babat Dusun Burikan dan mendirikan Masjid Al-Faqih. Mbah pekih ini kita telusuri silsilahnya ke atas dan ke bawah. Yang ke atas, konon disinyalir mengarah pada trah Prabu Siliwangi, dan ke bawah kita bahas hingga turunan ke 5. Bahasan ini menjadi pokok silsilah, dimana pengembangan silsilah nanti akan kita buatkan di halaman lain yang linknya kita tautkan ke web ini.

mbah pekih
mbah pekih

Menurut sumber dari para sesepuh yaitu Mbah Mat Waduk, Pak Gun Garjo, Pak Basirun Teguhan, diperoleh informasi bahwa silsilah ini berawal dari putra Prabu Siliwangi Jawa Barat yaitu Kian Santang yang tidak mau menjadi raja, dan memilih keliling mengembangkan syiar Islam. Ketika itu dikabarkan beliau mendapat tugas untuk dakwah ke bagian selatan pulau Jawa, sehingga bisa sampai ke wilayah Pacitan Jawa Timur. (ini baru sekedar cerita tutur dari beberapa sumber di atas)

Sekian waktu berlalu, Ki Nantang Yudho yang merupakan utusan dari Pajajaran berpangkat Tumenggung, ditugaskan mencari keberadaan Ki Ageng Rendeng (Disinyalir bahwa Kiageng Rendeng adalah Keturunan Kian santang, atau bahkan Kian santang sendiri, masih dalam perdebatan sumber sejearah). Perintah dari Pajajaran yang diberikan kepada ki Nantang Yudho berkaitan dengan Ki Ageng rendeng ini adalah ketika Ki Nantang Yudho sudah bertemu  Ki Ageng Rendeng, beliau ditugaskan mengajak ki Ageng Rendeng Sowan ke Pajajaran. Sebaliknya kalau tidak berhasil menemukan Ki Ageng Rendeng, beliau tidak diperbolehkan balik ke Pajajaran. (tahap selanjutnya penulis akan mencari lebih lanjut mencocokkan periode tahun dan membandingkan dengan berbagai sumber lain)

Setelah sekian lama mencarai, akhirnya Ki Nantang Yudho nyaris bertemu Ki Ageng Rendeng dalam jarak yang agak jauh. Kedua orang ini ternyata saling tahu dan mengerti situasi tersebut sekaligus faham tentang tugas yang diemban masing-masing. Ki Ageng Rendeng kemudian memberi tahu kepada ki Nantang Yudo agar tidak mendekat pada Ki Ageng rendeng dalam artian bahwa kalau mendekat dan ketemu, maka keduanya harus pulang ke Pajajaran agar Ki Ageng Rendeng menjadi Raja di Pajaran. Akhirnya keduanya sepakat tidak jadi mendekat dan dan melakukan pertemuan, dan sekaliigus sepakat untuk tidak kembali ke Pajajaran. Ki ageng Rendeng kemudian tetap melanjutkan dakwah di Madiun hingga Pacitan, sementara ki Nantang Yudo, membantu dakwah dengan menetap di wilayah Magetan, yang kini makamnya bisa kita temukan di dekat Lanud Iswahyudi Maospati.

Ki Ageng Redeng Mempunyai keturunan mulai dari Mbah Sepet Aking (mbah Ngaliman), lalu mbah Klipo Kusumo, terus ke Mbah Bandul Wesi, dan hingga cicitnya yaitu Mbah Rajek Wesi yang Semuanya tinggal di Pacitan, hingga sekarang makamnya masih ada di Pacitan. Sementara Mbah Pekih setelah menjadi salah satu pasukan Pangeran Diponegoro, yang kemudian setelah Diponegoro dijebak dan ditangkap Belanda, beliau mbah Pekih ini babat di dusun Mburikan.

Berikut silsilah menurut penuturan bebrapa sumber, namun masih belum dikmparasi dengan rentetan tahuns ejarah dan belum dikomparasi dengan sumber lain:

Prabu Siliwangi

Kian Santang

Mbah Margono

Kiageng Rendeng, (Kiayi Mas Bagus Ahmad Kusen), Maospati (1799 – 1811)

Mbah Sepet Aking (mbah Ngalimam) saudaraan dengan mbah Dami Aking.

Klipo Kusumo, (kabarnya mbah Sepet Aking diantaranya punya 2 putra yaitu mbah Ahmadiyo yang merupakan garis keturunan mbah Abdurrahman Garjo, lalu mbah Bandul  wesi yang disinyalir juga bernama mbah Klipo Kusumo yang merupakan garis keturunan mbah Pekih)

Mbah Bandul Wesi

Mbah Rajek Wesi

Mbah Pekih

Mbah Pekih Nikah dengan Putri Nggodong Semarang. Keturunan pertama dari Mbah Pekih yaitu punya 2 Putra Mbah Kliporejo dan Mbah Imam Dayat, dan 5 Putri yaitu Mbah Nyai Ali Muso, Mbah Nyai Syuhada 1 (Mbah Niti), Mbah Nyai Mustopo, Mbah yai Ngalirejo, Nyai Muhammad Kerten.

Kabar dari sumber ini dari penuturan mbah Sis mengatakan bahwa Ibu pangeran Dipongoro adalah orang pacitan, sementara mbah pekih juga masih keturunan pacitan, karena disinyalir masih terhitung saudara, maka mbah pekih menjadi tentara Diponegor dan bahkan menjadi alah satu punggawa yang berpangkat di lingkungan Diponegoro.

Putra-putri ini bisa kita simak dengan urutan sebagai berikut :

  1. Mbah Kliporejo Nikah dengan Bu Nyai Kliporejo (data istri belum diketemukan)
  2. Mbah Nyai Ali Muso, nikah dengan Ali Muso dari Ponorogo
  3. Mbah Nyai Syuhada 1, nikah dengan Mbah Syuhada dari Banten Pelabuhan Ratu
  4. Mbah Nyai Mustopo, nikah dengan Mbah Mustopo dari Pucang
  5. Mbah Nyai Ngalirejo, nikah dengan Mbah Ngalirejo dari Ponorogo
  6. Mbah Imam Dayat, nikah dengan putri dari bupati Semarang
  7. Mbah Nyai Muhammad Kerten, nikah dengan Mbah Muhammad Kerten dari Kerten Paron ngawi.

Keturunan ke 2 dari Mbah pekih adalah sebagai berikut :

Mbah Kliporejo (Putra ke 1) tinggal di Mburikan, nikah dengan Mbah Nyai Klipo (Masih dicari nama aslinya). Dalam pernikahannya melahirkan 3 putra dan 1 putri sebagai berikut :

  1. Mbah Marjuki,
  2. Mbah Supangat,
  3. Mbah Abu al Fadhol Aburrahman yang terkenal dengan Mbah Palal yang nikah dengan Mbah Suti. Mempunyai keturuan Putra dan putri sebagai berikut :
  4. Wanita belum diketahui namanya.

Mbah Nyai Ali Muso, (Putra ke 2) nikah dengan Ali Muso dari Ponorogo Data ada di pak Hasyim dan pa Muhroji

Mbah Nyai Syuhada 1 (Putra Ke  3) , nikah dengan Mbah Syuhada dari Banten Pelabuhan Ratu (dikenal dengan mbah sodo) kemudian mbah Nyai suhada 1 meninggal nggak punya anak, lalu mbah Suhhada yang dari Banten menikah dengan cucu mbah pekih dari mabah Mustopo, dikenal dengan nama mbah Suhodo 2.

Mbah Nyai Mustopo (Putra ke 4), nikah dengan Mbah Mustopo dari Pucang mempunyai

  1. Mbah Imam Anom menikah dengan Mbah Bandiyah, Putri mbah Dayat. Pasangan ini mempunyai 8 putra-putri, yang 2 meninggal waktu kecil yaitu Kuning dan Kunthing, sementara yang hidup hingga berketurunan adalah Kabit (Habib), Fatimah (bu Pot), Moh Jazuli, Kamar, Mubin Sanusi, Mu’id)
  2. Mbah Abu Hasan (Kasan) , menikah dengan Istri dari Sumberrejo kec. Sukorejo Ponorogo (belum dikatahui namanya………) mempunyai putra sebagai berikut: Juremi Burikan, Fadil Kenang Burikan, Rohmat Burikan, Khailan Burikan, Mariatun Bukur Madiun, Suti yang nikah dengan Pak Palal (….beberapa data masih disahihkan dulu….)
  3. Mbah Imam Jaiz, mennikah dengan Mbah Klentheng, mempunyai 1 putri dan 1 putra yaitu Surti Temboro Magetan dan Suryadi Balereje Madiun.
  4. Mbah Syukur, menikah dengan Mbah Mariati dan kemudian tinggal di Kemulan Madiun hingga mempunyai putra-putri sebagai berikut: Gito, Hartoyo, Kamil, Kasih tinggal di madiun semua.
  5. Mabh Atmo, menikah dengan Mbah Atmo Putri (belum dikatahui Namanya ………) mempunyai 1 putri yaitu Ngoliyah (‘Aliyah), yang nikah dengan mbah Mustopo dari Lembean kemudian keduanya tinggal di Lembean punya anak 1 bernama Kambali yang menikah dengan ….( belum diketahui namanya) tidak mempunyai keturunan
  6. Mbah Suhodo menikah dengan mbah suhodo dari banten usai istriya mbah suhodo 1 meninggal, punya 1 putra namanya pak rusdan (bapaknya pak Mat wa)duk

Mbah Nyai Ngalirejo (Putra ke 5) , nikah dengan Mbah Ngalirejo dari Ponorogo (Data ada di Pak Hasyimdan pak muhroji) terkait pak kurmen, smapai ke mbrangkal dan malaisia.

Mbah Imam Dayat (Putra ke 6), nikah dengan putri dari Kecamatan Nggubuk kabupaten Demak (belum diketahui namanya …..), anak Bupati Semarang, mempunyai 2 orang putri dan 4 orang putra sebagai Berikut :

  1. Mbah Bandiyah, nikah dengan Mbah Anom tinggal di Burikan, yang kemudian dikenal dengan sebutan mbah Anom Putri. Mempunyai 8 putra-putri, yang 2 meninggal waktu kecil yaitu Kuning dan Kunthing, sementara yang hidup hingga berketurunan adalah Kabit (Habib), Fatimah (bu Pot), Moh Jazuli, Kamar, Mubin Sanusi, Mu’id)
  2. Mbah Sulaiman, tinggal di Mangu Takeran, nikah dengan Mbah Ismiyatun dari Madiun. Mempunyai 8 putra-putri berikut berurutan : Ismono, Istomo, Sulamini, Sumarti, Iskandi, Istoyo, Ispriyanto, Ishadi)
  3. Mbah Satro Kusen, tinggal di Klumpit Mbanyudono Ngariboyo, Nikah dengan (belum diketahui namanya…..) mempunyai 4 putri yaitu dengan berurutan ; Umi Kalsum, Sumiati, Kamariatun, Sri Mulyani.
  4. Mbah Suradi, tinggal di Mburikan nikah dengan Mbah Mariyati Banyuwangi mempunyai 2 putra yaitu Siti Rukayah dan Qozin Sunarto, lalu nikah dengan Mbah Ngalmi tidakmempunyai keturunan, kemudian nikah dengan Mbah Suci mempunya 2 anak, Binti Rusulik Khususiati, Sayidil Anam. Sepeninggal pak Suradi, Bu Suci Nikah dengan Muh Bisri mempunyai 2 putra-putri, yaitu Bani Khoiron dan Siti Bdriyah.
  5. Mbah Sulastri meninggal Muda.
  6. Mbah Surodo Noto Wiyoto, tinggal di Paron Ngawi, nikah dengan Mbah Sri (1 Putra Wahyono Herwanto), lalu nikah dengan Mbah (belum diketahui namanya….) mempunyai 4 putra yaitu Joko Supriatmono, Didik Supriono, Sprayitno, Tutik Pujiastuti.

Mbah Nyai Muhammad Kerten, (Putra ke 7) nikah dengan Mbah Muhammad Kerten dari Kerten Paron ngawi.

mbah nyai ngali rejo binti mbah pekih nikah dengan mbah Ngali rejo dari ponorogo, punya putra diantaranya mbah ngaluwan alias imam puro, mbah imam suratmi, mbahnya pak hasyim (data di pak muh) selengkapnya.

Mbah ngalirejo dari ponorogo seblum nikah dengan mbah ngalirejo putri yang dari mburikan sudah punya anak, anak ini kemudian pindah ke malaisia.

mbah ngalirejo juga punya istri lain, yang melahirkan mbah mukmin dan mbah cublek  dan satu lagi masih daam penelusuran.

pak mukmin ke malaisia dan punya trah di sana, kemudian mbah cublek ikah dengan pak Naware punya anak namanya pak kisut, bu silah, bu Lanjar. Pak nawar nikah lagi dengan suminem punya akan namanya sukiran dan sukir.

pak munawar putra dari mbah gendon (+mbah dayat)

(Masih Dalam Kontruksi, Belum Lengkap)

11 thoughts on “Silsilah Mbah Pekih Mburikan Dari Leluhur Ke Cucu”

  1. Assalamualaikum, mau di tanya in. Di mana duduk perkara tentang mbah Asmopuro bin Imam Faqih? Setahuan saya, datuk saya (sebelah ibu saya) bernama Mokmin bin Asmopuro. Atau mbah Asmopuro ini punya nama lain.

    Like

  2. Pak, mohon hubungi kami
    Kami sedang berusaha menyusun sejarah ki ageng rendeng. Kami membutuhkan beberapa sumber sejarah yg brhubungan tentang ki ageng rendeng.
    Hubungi kami di
    Email kumangalak1@gmail.com
    Atau Wa: 089652074493
    Trimakasih

    Like

  3. Assalamu alaikum sederek sedoyo….mohon info adakah silsilah kyai Aliman kebawah,kami dari jalur silsilahnya mbah naib moh.iskak harjoulama
    Mohon bantu gih

    Wa alaikum salam wr wb

    Like

Leave a reply to liemmoei Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.